lldikti16_gtlo@kemdikbud.go.id
Jl. Jend Sudirman, Kota Gorontalo, 96115
Senin - Jumat, 08:00 - 16:00

LLDIKTI XVI Bentuk Tim Kerja Reformasi Birokrasi

Facebook
WhatsApp
Telegram
Twitter

KABAR LLDIKTI – LLDIKTI Wilayah XVI membentuk tim kerja Reformasi Birokrasi (RB) dan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di lingkungan Lembaga layanan Pendidikan tinggi wilayah XVI Gorontalo. Pembentukan tim kerja tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kepala LLDIKTI Wilayah XVI nomor 180/LL16/OT.01.03/2022 tanggal 5 Juli 2022, dan diumumkan secara resmi saat pelaksanaan Rapat Kerja LLDIKTI XVI, Senin 25 Juli 2022 di Boalemo.

Dalam SK tersebut terdapat tujuh kelompok kerja yang terdiri atas Manajemen perubahan, penataan tata laksana, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, pelayanan publik, penataan SDM, dan kesekretariatan.

Untuk memahami tugas yang diemban, LLDIKTI XVI menghadirkan narasumber Tim Reformasi Birokrasi Ditjen Diktiristek, Mohammad Ali Akbar dan Alexander Ade Ari Saputro yang menyampaikan materi tentang pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani.

“Saat ini perkembangan teknologi yang dibarengi dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) menuntut kita semua untuk bisa bekerja kapanpun dan dimanapun secara cepat. Ini berarti layanan kita pun kepada stakeholder harus cepat dan lebih mudah, Terutama dengan nomenklatur LLDIKTI yaitu sebagai lembaga layanan,” kata Ali.

Ali mengatakan perbaikan tata kelola pada organisasi khususnya LLDIKTI sangatlah dibutuhkan. Ada enam area yang harus di perbaiki seperti yang tertuang dalam SK Tim kerja RB. Pada area manajemen perubahan bertugas mengubah secara sistematis dan konsisten terkait mekanisme kerja, pola pikir dan budaya kerja.

“Area tata laksana bertugas meningkatkan kinerja, penggunaan teknologi informasi serta efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan manajemen pemerintahan. Untuk area Penataan SDM Aparatur memiliki tugas meningkatkan profesionalisme SDM yang didukung oleh sistem rekrutmen, kenaikan jabatan berdasarkan kompetensi, dan transparan,” Jelas Ali.

Untuk area penguatan akuntabilitas kerja harus diperkuat agar dapat mendorong organisasi lebih berkinerja dan meningkatkan performa dalam pencapaian visi,misi dan tujuan organisasi. Sedangkan untuk area penguatan pengawasan bertugas untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan birokrasi yang bersih dari KKN, gratifikasi dan benturan kepentingan.

“Area yang terakhir adalah pelayanan publik bertugas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, lebih murah, aman dan mudah dijangkau.” tambah Ali.

Dalam kesempatan tersebut, Alex yang juga tim RB Ditjen Diktiristek menambahkan untuk penilaian zona integritas ada tiga aplikasi yang digunakan yaitu Inspirasi Dikti dari Ditjen Diktiristek, SIAZIK dari Biro Ortala Kemendikbudristek, dan PMPZI dari Kemenpan-RB. Ketiga aplikasi ini saling terintegrasi.

“LLDIKTI harus mendaftar terlebih dahulu pada aplikasi Inspirasi Dikti yang nantinya jika lolos, akan lanjut ke dua aplikasi lainnya,” Jelas Alex.

Alex juga menjelaskan secara rinci terkait dokumen apa saja yang harus dilengkapi dan di unggah pada aplikasi tersebut. Hal ini diharapkan agar LLDIKTI XVI mulai mempersiapkan segala kebutuhan dokumen yang diminta.

Pada akhir materi, Kepala LLDIKTI XVI Munawir Razak menyampaikan terima kasih kepada tim RB Ditjen Diktiristek yang telah memberikan gambaran lengkap mulai dari landasan hingga tahapan pelaporan. Untuk itu diharapkan seluruh tim kerja yang sudah dibentuk dapat segera mulai bekerja menyiapkannya.

“Jangan dijadikan beban, karena RB ini beririsan dengan pekerjaan rutin. Saat ini, secara perlahan saya sudah mengajak semua pegawai untuk memperbaiki pelayanan, mulai dari penyusunan SOP, hingga melihat praktik baik di wilayah lain untuk direplikasi di LLDIKTI XVI. Walaupun dengan keterbatasan SDM dan sarana prasarana namun kita tidak jalan di tempat.” Kata Munawir.

Munawir juga menambahkan, tugas berikutnya adalah membuat rencana kerja dan rencana tindak di masing-masing tim kerja. Munawir juga menilai, kelebihan LLDIKTI XVI adalah organisasi yang baru berdiri, sehingga dapat lebih mudah untuk menetapkan zona integritas.

“Perubahan harus dimulai dari diri masing-masing, jika kita berubah ke arah yang lebih baik pasti akan berdampak pada kinerja LLDIKTI hingga ke kementerian,” Pungkas Munawir. (Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

  • Pengumuman

    Ikuti Kami