lldikti16_gtlo@kemdikbud.go.id
Jl. Jend Sudirman, Kota Gorontalo, 96115
Senin - Jumat, 08:00 - 16:00

Munawir : Program MBKM, Solusi Tepat Peningkatan Kualitas Mahasiswa

Facebook
WhatsApp
Telegram
Twitter

KABAR LLDIKTI – Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Gorontalo Munawir Razak menjelaskan, saat ini Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah solusi yang tepat dalam meningkatkan kualitas Mahasiswa. Hal ini disampaikannya saat memberikan Kuliah Umum bagi mahasiswa baru Tahun Ajaran 2022/2023 di Universitas Bina Mandiri Gorontalo, Rabu 5 Oktober 2022.

Dengan topik Esensi dan Potensi Program MBKM di Perguruan Tinggi, Munawir mengatakan, ada empat kebijakan utama dari program Kampus Merdeka ini yaitu Otonomi bagi PTN dan PTS untuk melakukan pembukaan atau pendirian Program Studi baru bagi kampus yang memiliki akreditasi A dan B serta telah melakukan kerja sama dengan organisasi atau Universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities. Kebijakan Kedua adalah program reakreditasi yang bersifat otomatis untuk untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela bagi PT dan prodi yang sudah siap naik peringkat. Ketiga, Kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). dan Kebijakan Keempat yang juga menjadi fokus Topik Kuliah Umum yaitu memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi.

“Kesempatan untuk belajar di luar prodi adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk mencoba pengalaman baru dan mengasah kompetensi lain di luar bidang ilmunya. Inilah yang menjadi esensi dari program MBKM,” Kata Munawir.

Munawir juga menjelaskan, Tahun 2030, Indonesia akan menikmati bonus demografi dimana jumlah masyarakat usia produktif lebih mendominasi dengan rasio 64 persen. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomiannya.

“Salah satu syarat Indonesia dapat memanfaatkan bonus demografi apabila pertumbuhan jumlah penduduk sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya, sehingga perguruan tinggi diharapkan dapat bertransformasi dan beradaptasi dengan tuntutan global agar dapat menghasilkan SDM yang kompetitif,” Tambah Munawir.

Munawir menambahkan, angkatan kerja di Indonesia saat ini yang berjumlah 140 juta orang, ternyata masih didominasi oleh mereka yang tingkat pendidikannya masih rendah. 60% Tenaga Kerja merupakan lulusan SMP kebawah, 27% lulusan SMA/SMK dan 13% lulusan PT. Di samping itu, dari 9 juta orang pengangguran di Indonesia, 1 juta di antaranya adalah lulusan perguruan tinggi. Tingginya angka pengangguran sarjana ini karena kompetensi yang dimiliki para lulusan perguruan tinggi tidak sesuai dengan kebutuhan dunia industri, dunia usaha dan dunia kerja.

“Melalui Program MBKM, diharapkan mahasiswa sudah mengenal situasi dunia kerja sejak mereka masih di bangku kuliah, sehingga saat mereka lulus dapat langsung diserap oleh industri dan dunia kerja. Namun, mahasiswa sejak sekarang harus mempersiapkan kompetensi dengan memperkuat tidak hanya hard skill dan soft skill, namun juga karakter dan perilaku yang positif.”, ujar Munawir menutup paparannya. (Santo/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Pengumuman

    Ikuti Kami