lldikti16_gtlo@kemdikbud.go.id
Jl. Jend Sudirman, Kota Gorontalo, 96115
Senin - Jumat, 08:00 - 16:00

Kepala LLDIKTI XVI serahkan SK penggabungan Akbid Bunda dan Akper Totabuan

Facebook
WhatsApp
Telegram
Twitter

Salah satu kebijakan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi adalah peningkatan dan pemerataan mutu perguruan tinggi melalui peningkatan jumlah perguruan tinggi kelas dunia. Untuk mencapai ini, langkah yang dilakukan kementerian adalah merasionalkan jumlah perguruan tinggi (right sizing) dan meningkatkan kesehatan serta keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu melalui pembinaan/penguatan kapasitas serta penggabungan dan penyatuan pergutuan tinggi swasta.

Hal itu disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Razak saat menyerahkan SK Mendikbudristek tentang penggabungan Akper Totabuan dengan Akbid Bunda menjadi Institut Kesehatan dan Teknologi Jainuddin Kotamobagu pada tanggal 16 Januari 2023 di Hotel Sutan Raja Kotamobagu. Menurut Munawir, Kementerian bahkan menyiapkan berbagai insentif melalui Akselerasi Program Penggabungan dan Penyatuan Perguruan Tinggi Swasta (AP3PTS) kepada badan penyelenggara PTS yang melakukan penggabungan dan penyatuan, “Insentif yang diberikan salah satunya adalah kemudahan untuk membuka prodi Non STEM yang saat ini sedang moratorium”, ujar Munawir.

Ketua Yayasan Pendididikan 23 Maret, Jainuddin Damopolii dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terbitnya SK Penggabungan PTS ini. Menurut Jainuddin, selama belasan tahun beroperasi, Akper Totabuan telah meluluskan lebih dari 900 orang perawat dan Akbid Bunda telah meluluskan lebih dari 700 orang bidan. Alumni kedua PTS tersebut sudah mengabdi dan tersebar tidak hanya di daerah Bolaang Mongondow Raya, namun juga di daerah lain hingga ke luar negeri. “Dengan hadirnya Institut Kesehatan dan Teknologi Jainuddin berikut tiga program studi yang baru, semakin banyak sumber daya manusia yang akan dihasilkan untuk mengisi pembangunan daerah ini”, ujar Jainuddin.

Pada kesempatan itu, Jainuddin juga sekaligus melantik Eko Susilo sebagai Rektor pertama Institut Kesehatan dan Teknologi Jainuddin yang akan bertugas sampai tahun 2024. Kepada Rektor terpilih, Munawir berpesan untuk fokos pada penguatan tata kelola PT dan kualitas SDM serta upaya membangun budaya mutu. “Untuk dapat membangun budaya mutu, Rektor bersama seluruh dosen dan staf pendukung akademik harus memberikan komitmen untuk melakukan peningkatan mutu berkesinambungan (continuous quality improvement)”, kata Munawir.

Acara Penyerahan SK dan Pelantikan Rektor tersebut dihadiri juga oleh beberapa pejabat daerah, diantaranya Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Kotambagu, Nasli Paputungan; Asisten 2 Bolaang Mongodow Timur, Zainuddin Paputungan dan Sekda Bolaang Mongondow Utara, Jusnan Calamento Mokoginta serta civitas akademika Institut Kesehatan dan Teknologi Jainuddin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Pengumuman

    Ikuti Kami